Menggendong bayi dapat membuat kehidupan orang tua menjadi lebih mudah. Sebagai contoh, menggendong membebaskan tangan ibu untuk melakukan berbagai kegiatan. Dengan bayi berada dalam gendongan, ibu tidak perlu menghentikan kegiatannya, ketika bayi rewel atau butuh kenyamanan. Cukup ucapkan beberapa kalimat, buai dengan lembut, dan bayi kembali tenang. Meninggalkan rumah juga tidak perlu terlalu banyak persiapan. Tidak ada stroller yang perlu dibawa dan didorong ke mana-mana. Gendongan dapat dilipat dan disimpan dalam tas bersama peralatan bayi lain.
Orang tua juga mengalami peningkata percaya diri jika menggendong bayinya. Bayi yang tenang membuat ibu merasa lebih kompeten. Karena bayi ada dalam dekapan, ibu mengetahui dengan pasti apa yang membuat bayinya takut. Ibu dapat merasakan keadaan bayinya, lapar, mengantuk, atau lelah, dan dapat dengan cepat memberikan kenyamanan sebelum bayi menjadi rewel. “Semakin tinggi kepercayaandiri orang tua, semakin tenang dan nikmat mereka mengurus bayinya, ” kata Lauran Simeon (penulis dan orangtua). Ia melanjutkan:
Bagian terbesar kepercayaandiri orang tua adalaha kemampuan membaca sinyal yang diberikan bayi mereka. Ketika bayi digendong, orang tua menjadi lebih memahami mimik dan gerakan bayinya. Setiap kali bayi mampu memberitahu orangtua keadaannya; lapar, bosan, atau basah tanpa tangisan, kepercayaan bayi pada orang tua akan meningkat, dan percaya diri orang tuapun terangkat. Siklus interaksi positif ini meningkatkan keterikatan antara orang tua dan anak, dan semua orang akan lebih bahagia.
diterjemahkan bebas oleh Dea Haryono
sumber: La Leche League

