logo

Nurma Clothing

Nurma Clothing - specialized on discreet breastfeeding.

Baju khusus untuk ibu menyusui. Siapa bilang Ibu menyusui gak bisa gaya? Nurma Clothing jawabannya!!

Arsip

Kategori Artikel

Important Link

Manfaat ASI

Info Seputar Menyusui

Cara Menyusui

Kalendar

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Update me!!!

Artikel Terbaru

ASI-lebrity

Officer breast-feeds quake orphans

May 30, 2008

JIANGYOU, China (CNN) — A Chinese police officer is being hailed as a hero after taking it upon herself to breast-feed several infants who were separated from their mothers or orphaned by China’s devastating earthquake.

art.woman.cnn.jpg

Police officer Jiang Xiaojuan, 29, was feeding nine babies at one point.

Officer Jiang Xiaojuan, 29, the mother of a 6-month-old boy, responded to the call of duty and the instincts of motherhood when the magnitude-7.9 quake struck on May 12.

“I am breast-feeding, so I can feed babies. I didn’t think of it much,” she said. “It is a mother’s reaction and a basic duty as a police officer to help.”

The death toll in the earthquake jumped Thursday to more than 51,000, and more than 29,000 are missing, according to government figures. Thousands of children have been orphaned; many others have mothers who simply can’t feed them.

At one point, Jiang was feeding nine babies.

“Some of the moms were injured; their fathers were dead … five of them were orphans. They’ve gone away to an orphanage now,” she said.

She still feeds two babies, including Zhao Lyuyang, son of a woman who survived the quake but whose breast milk stopped flowing because of the traumatic conditions.

“We walked out of the mountains for a long time. I hadn’t eaten in days when I got here, and my milk was not enough,” said that mother, Zhao Zong Jun. “She saved my baby. I thank her so much. I can’t express how I feel.”

Liu Rong, another mother whose breast milk stopped in the trauma, was awed by Jiang’s kindness.

“I am so touched because she has her own baby, but she fed the disaster babies first,” Liu said. “If she hadn’t fed my son, he wouldn’t have had enough to eat.”

Jiang has became a celebrity, followed by local media and proclaimed on a newspaper front page as “China’s Mother No. 1.”

She’s embarrassed by the fuss.

“I think what I did was normal,” she said. “In a quake zone, many people do things for others. This was a small thing, not worth mentioning.”

There has been a huge outpouring of support from families who want to adopt babies orphaned by the quake. But that process takes time, and there are mouths to feed.

iang misses her own son, who’s being cared for through the emergency by in-laws in another town, but she is aware of the new connections she’s made. “I feel about these kids I fed just like my own. I have a special feeling for them. They are babies in a disaster.”

source: CNN

Berbagai Masalah Menyusui

May 26, 2008

Proses menyusui memang tidak selamanya berjalan mulus. Akibatnya, payudara Anda pun membengkak atau meradang. Menyebalkan memang. Tapi, bisa kok disiasati. Bagaimana caranya?

Payudara membengkak
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah melahirkan. Biasanya nih, payudara membengkak gara-gara meningkatnya aliran darah ke payudara dan mulainya produksi ASI. Masalahnya, bengkak bisa bikin puting susu jadi rata, sehingga bayi sulit menyusu. Gangguan akan berkurang dalam waktu 24-48 jam, namun bisa makin menjadi-jadi bila Anda jarang menyusuinya. Untuk mengatasinya, sering-sering menyusui sampai payudara betul-betul kosong, jangan pakai BH yang ketat, kompres payudara dengan air dingin, pijat-pijat payudara sebelum menyusui, dan lainnya.

Payudara meradang
Gangguan ini dikenal juga sebagai mastitis. Umumnya sih, terjadi 2-6 minggu setelah melahirkan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian BH yang terlalu ketat. Gejalanya? Payudara membengkak, agak kemerahan, demam, dan merasa sangat lelah. Untuk itu, kompres payudara dengan air hangat dan susui si kecil sesering mungkin. Segera ke dokter bila radang cukup parah dan timbul abses (nanah) pada payudara. Bisa jadi, Anda perlu operasi untuk mengeluarkan nanah tersebut.

Puting susu
Selain payudara, puting susu juga sering jadi sasaran masalah. Dan ternyata, cukup mengganggu juga bila dibiarkan berlarut-larut. Apa sih yang perlu jadi perhatian?

Puting susu datar
Kelainan bawaan ini terjadi karena pelekatan mengakibatkan saluran susu lebih pendek dan menarik puting susu ke dalam. Mudah kok menyiasatinya. Tarik puting susu keluar dengan jari tangan, tahan selama beberapa waktu. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari. Atau, gunakan alat bantu, seperti nipple shields dan breast shields. Bisa juga, puting susu “direndam” dulu ke dalam air hangat sebelum menyusui, lalu tarik-tarik puting susu keluar.

Puting susu nyeri
Ini karena tidak pasnya posisi mulut bayi saat menyusu. Umumnya sih, terjadi pada hari-hari pertama menyusui. Bila tidak nyeri-nyeri amat, terus saja menyusui si kecil. Agar nyeri berkurang, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya atau kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusu. Kelar menyusui, oleskan lagi ASI pada payudara, lalu biarkan kering. Biar puting susu tetap kering, pilih-pilih BH (bahan menyerap keringat, seperti katun) dan juga sering-sering mengganti BH.

Jumlah ASI
Menyusui melibatkan proses menghasilkan dan mengeluarkan ASI. Biar pemberian ASI lancar, kedua proses itu harus berjalan seimbang. Tidak kekurangan, tidak juga berlebihan. Kenapa sih?

ASI kurang
Tidak sulit untuk menduga penyebabnya. Umumnya, terjadi karena tidak optimalnya kegiatan menyusui dan Anda memang stres. Jadi, perbaiki dulu proses menyusui Anda, seperti cari cara dan posisi menyusui yang paling nyaman, sering-sering menyusui, dan sebagainya. Stres bisa diatasi dengan membenahi gaya hidup, seperti cukup istirahat, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan sebagainya.

ASI terlalu deras
Karena payudara Anda penuh susu, aliran ASI jadi tidak terkendali. Ini wajar terjadi pada minggu-minggu pertama masa menyusui. Payudara kan sedang menyesuaikan produksi ASI-nya dengan kebutuhan si kecil. Mengatasinya bisa dengan selalu memakai breast pads, mengeluarkan sebagian ASI sebelum menyusui, sering-sering menyusui, dan sebagainya.

sumber: ANMUM Indonesia