logo

Nurma Clothing

Nurma Clothing - specialized on discreet breastfeeding.

Baju khusus untuk ibu menyusui. Siapa bilang Ibu menyusui gak bisa gaya? Nurma Clothing jawabannya!!

Arsip

Kategori Artikel

Important Link

Manfaat ASI

Info Seputar Menyusui

Cara Menyusui

Kalendar

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Update me!!!

Artikel Terbaru

ASI-lebrity

Payudara Sehat Saat Menyusui

March 20, 2008

Keinginan ibu menyusui buah hatinya sering terhambat oleh ketidaknyamanan saat menyusui,umumnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan semacamnya. Tapi karena kondisi ibu saat itu belum pulih, baik fisik maupun emosi, maka ibu akan merasa tertekan dan memutuskan untuk mengganti ASI dengan susu formula.

Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu formula, sayang sekali sebab ASI adalah anugerah. Semua nutrisi penting dengan proporsi yang ideal dan dalam bentuk yang mudah diserap bayi, terkandung di dalamnya. Secara medis terbukti tumbuh kembang bayi yang meminum ASI lebih baik dan memiliki daya tahan tubuh optimal serta hubungan emosional ibu dan bayi lebih erat.
Di bawah ini ada beberapa kiat agar payudara sehat saat menyusui agar para Ibu termasuk mereka yang aktif berkarir tidak ragu lagi untuk memberikan ASI pada bayinya.

Perawatan payudara

Yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana melakukan perawatan payudara. Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar keluarnya ASI.
Pertama cuci dan keringkan tangan lalu olesi dengan baby oil. Tarik dan pelintir puting payudara ke kanan dan ke kiri masing-masing 20 kali. Lalu dengan kedua telapak tangan dan jari-jari, pegang payudara dan pijat ke arah puting payudara sebanyak 10 kali. Terakhir, pijat areola (daerah yang berwarna gelap) ke arah puting susu dengan menggunakan ibu jari. Lakukan perawatan 2 kali sehari.
Setelah melahirkan, pijat dengan telapak tangan mulai dari bagian tengah payudara ke arah atas, berputar ke arah samping bawah dan kembali ke depan. Ulangi gerakan sebanyak 20 - 30 kali. Lalu pijat payudara dengan jari mulai dari pangkalnya ke arah puting sebanyak 20 - 30 kali. Lalu siram payudara kiri dan kanan bergantian dengan air hangat sebanyak 5 kali.

Mengatasi keluhan

Segera atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi lebih parah. Misalnya, payudara bengkak dan keras akibat ASI berlebihan. Atasi keluhan ini dengan cara mengompres payudara dengan air atau flanel hangat.

Puting terasa perih dan / atau retak

Batasi waktu menyusui selama 10 menit setiap kali penyusuan. Bila puting retak hentikan kegiatan menyusui minimal 24 jam agar tidak terinfeksi. Jaga payudara agar tetap kering dengan menggunakan bantalan dalam BH yang diganti secara teratur dan angin-anginkan payudara sesering mungkin serta olesi payudara dengan minyak lanolin. Usahakan bayi melahap seluruh puting saat menyusu dan gunakan pelindung puting payudara yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui jika puting terluka. Segera periksakan ke dokter jika puting masih tetap luka.

Air susu merembes

Keluhan yang membuat Ibu kurang nyaman saat menyusui adalah pakaian basah akibat rembesan ASI. Selain dapat merusak penampilan, hal ini juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena payudara yang lembab dapat menjadi sumber berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk mengatasinya hindari pemakaian sapu tangan, handuk maupun tissue karena akan membuat payudara tetap basah dan lembab. Pilihlah bantalan BH khusus untuk menahan rembesan ASI.
Di pasaran banyak dijual produk Breast Pad, bantalan BH yang mampu mencegah ASI agar tidak merembes ke permukaan pakaian dan menjaga puting payudara tetap kering dan bersih. Ada yang dibuat dari bahan khusus yang dapat mengubah ASI menjadi bentuk gel dan lapisan luarnya terbuat dari tissue yang dilaminasi sehingga rembesan ASI tidak membasahi pakaian maupun permukaan payudara. Biasanya untuk sekali pakai. Ada juga yang terbuat dari kain lembut yang dapat dicuci untuk dipakai lagi. Yang penting pilihlah Breat Pad yang bahannya lembut dan halus sehingga nyaman dipakai. Seringlah mengganti Breast Pad, minimal 2 kali sehari. (MCH)

sumber: Medicastore

ASI, Solusi Makanan Bergizi bagi Bayi

March 19, 2008

TAK terbantah lagi bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan paling baik untuk bayi. Selain mudah dicerna, ASI bersih, aman dan mengandung nutrisi seimbang yang dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit dan alergi. Dan yang lebih penting lagi, ASI memegang peran utama dalam pembentukan kecerdasan anak.

Lagipula, dizaman mahal seperti ini, di mana ibu-ibu ribut soal harga susu kaleng, pilihan untuk kembali memberikan ASI adalah langkah yang bijaksana. Tokh, ASI tidak perlu membeli - kalau memang ASI ibu keluar dengan lancar. Ibu hanya perlu menjaga kondisi gizi dalam tubuhnya dan tidak punya penyakit yang bisa ditularkena melalui ASI kepada bayinya.

Pemberian ASI juga praktis karena dapat langsung diberikan kepada anak tanpa harus dimasak dulu. Tentu saja selama bayi dekat dengan ibunya.

Tetapi, sekali pun ibu tidak bisa setiap saat dekat dengan bayinya, ASI tetap bisa diberikan dengan pengaturan yang disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Ibu bekerja di luar rumah bukan berarti tidak bisa memberikan ASI pada bayinya.

Jika ibu bekerja, ASI bisa dipompa dan disimpan dalam botol steril untuk diberikan pada si kecil saat anda tidak di rumah. Tapi ingat jangan simpan ASI lebih dari 6 jam dan lebih baik jika disimpan di lemari es. ASI pun dapat dibekukan, tapi ini akan menyebabkan hilangnya zat-zat penting yang dibutuhkan si kecil. Sebaiknya memang ASI selalu diberikan dalam keadaan segar.

Suasana ketika memberikan ASI langsung kepada bayi merupakan saat-saat yang sangat istimewa bagi seorang ibu. Ibu akan selalu ingat bagaimana hangat, lembut dan manisnya di kecil yang sedang menyusu. Ibu juga dapat merasakan kebahagiaan saat melihat si kecil tumbuh kembang dengan mendapatkan makanan yang berasal dari tubuhnya sendiri.

Perkembangan kecerdasan

Lalu apa saja yang harus diketahui ibu mengenai ASI ini? Banyak sekali ternyata. Kegunaannya, kandungan zatnya, cara memperlancar, kemudian penanganan bila ada gangguan dan lain-lain.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa bayi, baik yang lahir prematur maupun cukup umur, yang diberi ASI, memiliki skor perkembangan kecerdasan dan visual lebih tinggi darpiada bayi yang mendapatkan susu pengganti. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Alan Lucas, Kepala Departemen Gizi Bayi dan Anak pada Unit Medical Research Council Dunn, Cambridge, Inggris, terhadap anak-anak berusia 8 tahun yang mempunyai riwayat lahir prematur dan mendapatkan ASI ketika bayi baru lahir selama sebulan, menunjukkan bahwa IQ mereka 103,7. Ini berarti 10 angka di atas anak-anak yang semasa bayinya mendapatkan susu pengganti dengan skor rata-rata 93,1. Masih ada lagi beberapa penelitian yang mendukung hasil penelitian itu.

Perbedaan komposisi kandungan zat antara ASI dengan susu pengganti adalah terutama karena adanya DHA (Docosahexaenoic Acid) dalam ASI, yang tidak dijumpai pada susu pengganti. DHA merupakan bagian dari asam lemak esensial omega-3 rantai karbon panjang (C-22) yang penting bagi perkembangan otak.

Penelitian lain membuktikan kandungan DHA dan EPA (Echopentaenoic Acid) omega-3 dalam darah bayi yang memperoleh ASI, ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu pengganti, yang bahan dasarnya adalah susu sapi. Jadi jelaslah, bahwa ASI memang diperuntukkan bagi bayi manusia, sehingga komposisinya yang unik juga cocok untuk manusia. Selain itu, ASI juga mengandung spektrum vitamin dan mineral yang lengkap.

Nilai lebih yang dimiliki ASI juga tidak hanya itu. Komposisi ASI bisa berubah dari hari ke hari, menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Keadaan ini berbeda dengan susu pengganti yang jika setiap kali minum akan dengan ukuran tepat akan memiliki perbandingan campuran sama antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Jadi, meski pun kandungan gizinya sama, tetapi komposisi ASI biasanya berubah-ubah menurut kebutuhannya.

Misalnya saja, kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal melahirkan hingga seminggu), terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI matang. Masa perubahan kolostrum menjadi ASI itu sendiri terjadi antara hari ke-3 sampai hari ke-6, pada saat kandungan protein masih cukup tinggi. Melewati hari ke-10 umumnya kandungan protein mencapai kadar yang konsisten, yang biasa disebut ASI matang.

Ada mitos yang mengatakan bahwa ASI yang keluar pertama ini harus dibuang karena tidak bersih. Hal ini sama sekali tidak benar. Malah kolostrum ini memiliki kadar gizi yang paling tinggi. Kolostrum sangat kaya akan vitamin dan mineral. Misalnya saja, pada hari ketiga setelah ibu melahirkan tingkat vitamin A dan E ASI-nya bisa tiga kali lebih tinggi daripada ASI yang keluar tiga minggu kemudian. Bahkan jumlah beta karoten yang ada juga bisa 10 kali lebih tinggi.

Selain itu komposisi unik dari kolostrum ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang belum berfungsi optimal. Misalnya saja memudahkan perjalanan mekonium, zat berwarna hijau tua yang terdapat dalam usus bayi baru lahir. Mekonium ini mengandung faktor pertumbuhan esensial bagi bakteri Lactobacilus bifidus dan merupakan medum biakan pertama dalam usus bayi. Hal ini diperlukan untuk membantu pencernaan bayi agar siap mengkonsumsi ASI matang.

Antibodi yang berlimpah dalam kolostrum juga membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai infeksi sistem pencernaannya. Kalaupun ada hal yang tidak pernah berubah dalam ASI adalah perbandingan cairan, protein, mineral serta gula susu.

Kekebalan tubuh

ASI juga mengandung mineral dan vitamin yang seimbang, termasuk kalsium, fosfor, seng dan vitamin B6, B12, C dan D. Selain zat gizi, dalam ASI juga terdapat zat yang disebut IgA (Immunoglobin A). Zat ini perlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Seperti diketahui, ketika bayi lahir, biasanya tidak mempunyai kekebalan sendiri, kecuali yang diturunkan dari ibunya. Kekebalan sementara dari si ibu ini akan habis, sementara lewat ASI bayi bisa mendapatkan perlindungan sampai memiliki antibodi sendiri pada usia kira-kira 3 bulan.

Kerja IgA pada bayi ibaratnya bagaikan cat yang melapisi usus bayi dan mengikat bakteri serta virus, sehingga bakteri dan virus itu tidak dapat berkembang biak. Setelah beberapa jam, IgA dicernakan sebagai protein dan dikeluarkan. Jadi setiap kali bayi mendapatkan ASI, dia akan mendapatkan lapisan baru. Dari kenyataan itu, terlihat bahwa IgA sangat berperan dalam mencegah diare.

Komponen utama ASI seolah-olah tak pernah terpengaruh oleh diet ibu menyusui. Yang Maha Kuasa menciptakan ASI dengan gizi yang cocok dan jumlah yang cukup pada setiap tahap perkembangan bayi. Bahkan jika dalam diet si ibu menyusui kekurangan kalsium, maka kalsium dari ASI-nya akan diambil dari simpanan yang ada dalam tulang si ibu. Dengan demikian bayi tetap tidak mengalami kekurangan kalsium.

Kualitas ASI

Namun sebaiknya, seorang ibu hamil sebaiknya menjalani diet yang baik - dalam arti mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup dengan gizi yang seimbang - sehingga ASI yang dikeluarkannya pun diharapkan juga berkualitas baik.

Khususnya vitamin, ibu menyusui sebaiknya selalu mengkonsumsinya karena tubuh tidak bisa mendintesanya, sehingga tidak ada cadangan zat gizi ini dalam tubuh ibu. Selain itu, seorang ibu menyusui juga perlu minum banyak, agar cairan ASI-nya juga banyak. Beberapa bahan makanan seperti daun katuk bahkan akan meningkatkan produksi ASI.

Lalu bagaimana pengaruh makanan yang dikonsumsi ibu menyusui terhadap mutu ASI-nya? Hingga kini, sampai sejauh ini mana dampak makanan ibu menyusui terhadap kesehatan memang masih dalam perdebatan. Perihal ibu yang makan pedas kemudian berakibat bayi diare, misalnya, menurut banyak ahli adalah mitos belaka. Demikian pual dengan pernyataan bahwa sayuran yang mengandung gas seperti kol atau nangka muda, dapat diteruskan lewat ASI ke bayi sehingga menyebabkan bayi kembung.

Namun, hampir semua ahli sepakat bahwa ibu menyusui sebaiknya tidak minum obat-obatan secara sembarangan, apalagi jenis antibiotika. Bahkan Bonnie S. Wirthington-Roberts dalam bukunya Nutrition in Pregnancy and Lactation menyatakan bahwa 1-2 persen dosis obat yang diminum ibu menyusui akan dikonsumsi bayi melalui ASI.

Karena itu, pastikan obat yang anda konsumsi atas petunjuk dokter. Dalam buku ini disebutkan pula bahwa ibu menyusui yang mengkonsumsi kopi pekat akan mengganggu tidur bayi.

Beberapa penelitian dari sejumlah ilmuwan di Amerika menunjukkan bahwa aroma makanan yang dimakan ibu dapat dirasakan oleh bayi lewat ASI. Misalnya saja aroma bawang putih, vanili, mint. Dengan menu ibu yang berganti-ganti setiap harinya, bayi pun dapat belajar mencicipi variasi aroma makanan baru yang kelak akan berguna jika dia besar. (mariatul kiptiah)

sumber: Indomedia