logo

Nurma Clothing

Nurma Clothing - specialized on discreet breastfeeding.

Baju khusus untuk ibu menyusui. Siapa bilang Ibu menyusui gak bisa gaya? Nurma Clothing jawabannya!!

Arsip

Kategori Artikel

Important Link

Manfaat ASI

Info Seputar Menyusui

Cara Menyusui

Kalendar

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Update me!!!

Artikel Terbaru

ASI-lebrity

Keuntungan Menggendong Bayi

November 13, 2007

Kebahagian memiliki bayi tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kalaupun bisa, rasanya satu paragraf tulis belum cukup untuk mewakili segala rasa yang terikut di dalamnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan, selain mencium bau bayi dan merasakan kehangatan tubuh mungilnya di dada kita.

Keuntungan untuk Bayi

Di Indonesia, budaya menggendong bayi bukanlah hal yang luarbiasa. Namun, sayang-nya budaya ini semakin jauh ditinggalkan dengan alasan nanti bayi jadi “bau tangan” atau terlalu senang digendong, sehingga tidak mau ditaruh. (Terus terang, awalnya sayapun menjadi korban pendapat “bayi bau tangan ini”. Akhirnya dengan sukses, anak pertama nyaris tidak bergantung pada kain gendong).

Sebenarnya menggendong bayi atau baby-wearing, memiliki banyak keuntungan untuk bayi. Ibu dan bayi yang digendong saling memberikan sinyal postif. Jika bayi rewel atau stress, Ibu akan merespon dengan menenangkan bayinya. Jika bayi lapar, Ibu akan memberikan ASI. Jika kebetulan mata mereka beradu, Ibu akan tersenyum dan mengajak bayi berbicara, sang bayi akan membalas dengan bahasa bayinya. Ketika bayi bertemu dengan orang baru atau berada di lingkungan baru, Ibu akan membantu mengatasi rasa takutnya.

Interaksi personal ini, akan lebih sering terjadi jika bayi berada dalam dekapan Ibunya.

Ketika Anda menggendong bayi, Anda berdua bergera dan beraktivitas bersama-sama.  Anda berdua akan melihat dunia dengan sudut pandang yang sama. Bayi Anda mendengar suara Anda, ketika Anda berbicara dengan orang lain, ia ikut merasakan emosi Anda, dan memercayai Anda untuk memberinya rasa aman dan nyaman. Walaupun Ibu sedang berbicara dengan orang lain atau mengerjakan tugasnya, bayi yang berada dalam gendongan merasa aman hanya dengan kontak fisik yang didapatnya. Kegiatan menggendong bayi memberikan kedekatan, walaupun Anda sedang tidak memberikan seratus persen perhatian Anda padanya.

Orang tua kadang khawatir, bayi yang selalu digendong atau didekap akan tumbuh menjadi bayi yang rewel, dan selalu mencari perhatian. Sebenarnya, yang terjadi adalah sebaliknya. Bayi yang sering digendong akan terlihat lebih bahagia.

Bayi yang bahagia terlihat tenang dan siaga terhadap lingkungannya. Pada keadaan ini, bayi siap berinteraksi dengan lingkungannya. Ketika dalam dekapan orang tua, bayi dapat melihat apa yang terjadi di sekelilingnya. Ketika ia melihat ekspresi ibunya, ia sedang belajar tentang dunia.

Selain membantu bayi mengembangkan emosi dan kemampuan sosialnya, berada dalam gendongan juga memenuhi kebutuhan fisiknya. Bayi butuh dan menikmati gerakan. Dalam rahim, mereka terbiasa mendengar suara detak jantung ibunya, dan berada dalam tempat yang kecil dan nyaman. Pengalaman dalam rahim ini mengajarkan mereka ritme gerakan sang ibu. Setelah dilahirkan, berada dalam dekapan orang tua mengingatkan mereka kenyamanan di dalam rahim. Gendongan bayi, mendekap dan mengontrol gerakan kaki dan tangan mereka. Gerakan ibu yang mengendong akan menenangkan bayi, dan menidurkan bayi dalam waktu singkat.

Bill and Martha Sears menyatakan bahwa kegiatan menggendong dapat menstimulasi sistem vestibular bayi., bagian dalam telinga yang bekerja sebagai sensor keseimbangan tubuh. Stimulasi ini membantu bayi bernapas dan tumbuh dengan lebih baik, dan meningkatkan kemampuan motorik” (Sears and Sears 2001). Kondisi ini berlaku untuk bayi cukup bulan, maupun bayi prematur.

Kegiatan menggendong inipun berguna untuk balita. Duniapun dapat menjadi tepat yang menakutkan bagi para balita. Mereka akan lebih percaya diri jika mereka tahu bahwa mereka dapat berlindung ‘di balik’ gendongan jika perlu.

diterjemahkan bebas oleh: Dea Haryono
sumber: La Leche League

Inisiasi Menyusui Dini Cegah Kematian Bayi

November 8, 2007

Laporan Wartawan Kompas Yenti Aprianti

BANDUNG, KOMPAS- Setiap hari 430 balita di Indonesia meninggal. Data tersebut didapat dari The World Health Report tahun 2005. Padahal dengan inisiasi menyusui  dini kematian pada bayi bisa terus ditekan.

Dr Utami Roesli, Ketua Sentral Lataksi Indonesia mengatakan jika bayi diberi air susu ibu atau ASI ekslusif selama enam bulan dan diteruskan hingga 11 bulan, lalu diberi makanan keluarga setelah usia 11 bulan maka jumlah balita yang meninggal  bisa ditekan hingga 41 persen.
 
Utami menjelaskan hal tersebut para dokter dari berat bagai rumah sakit, bidan, dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menitikberatkan perhatian pada keluarga. Acara Workshop Inisiasi Menyusui Dini Mencegah Kematian Neonatal ini dilaksanakan di Hotel Savoy Homann, Selasa (6/11).
 
Hal utama dalam inisiasi menyusui dini adalah memberikan kesempatan pada bayi dan ibunya segera berinteraksi setelah proses kelahiran. Pada metode konvensional, setelah lahir bayi dibersihkan dan dibalut selimut. Lalu dipisahkan dengan ibunya karena ibunya akan dibersihkan juga.
 
Tetapi metode yang kini tengah disosialisasikan adalah bayi dikeringkan dengan lap. Lalu dibaringkan di dada ibunya. Ia akan mencari sendiri puting ibunya dan menyusu. Pada peristiwa menyusu tersebut stres pada bayi akibat trauma dikeluarkan dari rahim turun 50 persen dan kekebalannya meningkat 50 persen. Pada ibu yang melahirkan tingkat stresnya menurun hingga 70 persen. Selain itu bayi akan mendapatkan komposisi air susu yang paling tepat untuk dirinya.

sumber: Kompas Cyber Media, 6 November 2007