logo

Nurma Clothing

Nurma Clothing - specialized on discreet breastfeeding.

Baju khusus untuk ibu menyusui. Siapa bilang Ibu menyusui gak bisa gaya? Nurma Clothing jawabannya!!

Arsip

Kategori Artikel

Important Link

Manfaat ASI

Info Seputar Menyusui

Cara Menyusui

Kalendar

July 2007
M T W T F S S
« May   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Update me!!!

Artikel Terbaru

ASI-lebrity

Atasi Dampak Kenaikan Harga Susu

July 18, 2007

Jakarta, Kompas - Masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air diimbau tidak panik dengan kenaikan harga susu di tingkat konsumen, khususnya susu formula. Sebab, kebutuhan gizi anak di bawah usia lima tahun bisa dipenuhi melalui pemberian air susu ibu dan makanan pendamping air susu ibu.

“Meningkatnya harga susu formula seharusnya membuat masyarakat kembali menyusui bayi dengan air susu ibu (ASI). Sebab, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Kandungan lemak, karbohidrat, zat gizi lain, terutama zat antibodi, dalam ASI tidak akan diperoleh dalam susu formula mana pun,” kata Wakil Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Rahmah Housniati, Kamis (5/7) di Jakarta.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), cakupan ASI eksklusif enam bulan menurun dari 42,5 persen (1997) menjadi 39,5 persen (2002). Sementara penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari tiga kali lipat selama lima tahun dari 10,8 persen (1997) menjadi 32,5 persen (2002).

Di tempat terpisah, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, pemerintah akan memasok makanan pendamping (MP) ASI berupa biskuit dan bubuk ke seluruh pos pelayanan terpadu di Indonesia. Persediaan penyangga MP-ASI di tiap provinsi akan dibagikan kepada keluarga miskin.

Pemerintah berencana melancarkan operasi pasar terkait harga susu dan sedang mempertimbangkan kemungkinan mendirikan pabrik susu. “Pemerintah tidak perlu punya satu badan usaha dagang. Kalau punya pabrik, bukan berupa perseroan terbatas (PT), tetapi berbentuk badan layanan umum,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

Direktur Bina Gizi Masyarakat Ina Hernawati menuturkan, kenaikan harga susu seharusnya tidak menimbulkan kepanikan masyarakat. Sebab, bayi usia nol hingga enam bulan idealnya mendapat ASI secara eksklusif. Usia 6-24 bulan, bayi tetap diberi ASI ditambah MP-ASI. “Setelah dua tahun, balita dapat diperkenalkan dengan makanan keluarga bergizi seimbang,” ujarnya.

Departemen Kesehatan memutuskan tidak menyediakan susu murah, tetapi mengirim sekitar 5.000 ton biskuit dan ribuan ton MP-ASI bubuk ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota di seluruh provinsi sejak Kamis (5/7). Bantuan didistribusikan ke posyandu.

“Kami akan membuat surat edaran ke dinkes provinsi untuk menggunakan persediaan penyangga (buffer stock) MP-ASI yang ada,” tambahnya. Di wilayah DKI Jakarta, Depkes mengirim 87 ton MP-ASI dan 180 ton biskuit ke 3.673 posyandu.

Guru besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor Prof Ali Khomsan menyatakan, masyarakat dapat beralih ke susu UHT (ultra high temperature) dan susu sapi segar. “Apalagi untuk anak di atas usia satu tahun sudah dapat minum susu sapi segar yang lebih murah daripada susu UHT,” ujarnya.

Sumber: Kompas
Penulis: LOK/EVY
diambil dari: Kompas Cyber Media, 06 Juli 2007

Para Ibu, Kembalilah ke ASI

July 8, 2007

Ramainya pemberitaan mengenai keluhan para ibu terhadap naiknya harga susu menyiratkan kesan betapa para ibu di tanah air sangat bergantung pada susu formula. Padahal ada nutrisi terbaik bagi kecerdasan dan kesehatan bayi, mendapatkannya pun dengan cuma-cuma, yakni air susu ibu (ASI).

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1997, mengungkapkan hanya 52 persen ibu yang menyusui bayinya, itu pun rata-rata hanya selama 1,7 bulan. Padahal Organsisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Bagi para ibu bekerja hal tersebut tentu menjadi dilema, mengingat cuti yang mereka dapatkan pascapersalinan hanya tiga bulan.

Walau begitu, sebenarnya ada cara yang bisa ditempuh para ibu untuk tetap memberikan ASI meski ia bekerja. ASI diberikan kepada bayi dengan cara tidak langsung. Caranya adalah memompa ASI dan menyimpannya di dalam freezer, dengan cara ini ASI tetap bisa digunakan hingga tiga bulan kemudian. Memang sedikit merepotkan, namun jika dilandasi keinginan agar tumbuh kembang buah hati lebih optimal, tak ada yang tak mungkin.

Hak setiap bayi

Meski banyak susu formula dibuat dengan komponen semirip mungkin dengan ASI, ASI  tetap tak tergantikan. ASi mengandung zat antibodi (kekebalan tubuh) yang memberikan perlindungan alami pada bayi. Sedikitnya ada 100 macam zat yang tidak terdapat dalam susu formula. Selain itu ASI juga mengandung zat-zat yang penting untuk perkembangan otak, DHA (docosa hexanoic acid) dan AA (arachidoci acid), lutein dan masih banyak lagi.

Yang perlu diingat para ibu, memperoleh ASI merupakan hak asasi setiap bayi sebagaimana Konvensi Hak-hak Anak tahun 1990, yang menegaskan bahwa tumbuh kembang secara optimal merupakan salah satu hak anak. Dari sisi psikologis, pemberian ASI akan mendekatkan hubungan batin ibu dan anak. Tak hanya untuk anak, ASI juga bermanfaat untuk sang ibu, antara lain menjarangkan kehamilan, serta menurunkan risiko kanker payudara.

Jadi para ibu, berikanlah ASI hanya untuk si buah hati. Yakinlah bahwa ibu bisa menyusui, karena hanya satu dari seribu ibu yang tidak bisa menyusui. ASI pun akan keluar sebanyak yang dibutuhkan.

Penulis: An
sumber: Kompas Cyber Media, 05 Juli 2007