Meski disibukkan dengan profesi sebagai presenter, namun Moza Pramita, 30, tetap mengutamakan mengurus anak, Malik Arifin Siregar (1tahun).
“Sejak hamil, saya berniat memberi ASI eksklusif kepada si kecil. Begitu Malik Arifin Siregar (1 tahun) lahir, tekad saya itu makin bulat. Sayangnya, air susu saya baru keluar setelah hari keempat. Toh, hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk memberi ASI kepada Malik. Dan berhasil! Saya tak hanya bisa memberi ASI eksklusif hingga usia Malik 6 bulan, tetapi sampai ia berusia 8 bulan.
Pada saat ia berusia 3 bulan, ASI saya kurang lancar. Tadinya saya berpikir, pasti karena saya sudah haid kembali. Belakangan baru saya mengerti, rupanya karena pikiran seperti itu, produksi ASI saya berkurang.
Kemudian saya membangkitkan semangat lagi. Saya makan steak, murni susu, pokoknya menyenangkan diri. Hasilnya pun tampak. Produksi ASI kembali Iancar. Melalui buku-buku saya tahu, memberi ASI itu membuat ibu menjadi bahagia.
Hal yang sama juga saya rasakan saat menyusui Malik, bahkan saat saya memeras ASI. Setelah 40 hari melahirkan, saya memang sudah memulai kegiatan syuting. Kalau pergi, saya selalu membawa satu tentengan khusus, berisi pendingin atau cooler untuk menyimpan ASI yang sudah saya peras. Juga terdapat alat pemompa ASl. Jadi, setiap saat saya bisa memeras ASI. Saya jadi tahu, pusat perbelanjaan mana yang mempunyai ruang untuk menyusui atau memeras ASI.
Banyak hal yang saya dapat saat menyusui Malik. Yang pasti, saya makin dekat dengannya. Berkat ASI, Malik jarang sakit. Perkembangannya juga sangat bagus. Di usia 10 bulan, ia sudah bisa berjalan. Sekarang, ia nggak bisa diam, ingin jalan terus. Malik juga senang menarik kardus dan naik ke atasnya, lalu bergaya seperti presenter. Siapa dulu ibunya!” (senior)
sumber: Kompas Cyber Media, 25 April 2005


Filed under: